ING KUTHO MADHIOEN

Welcome di komunitas SMPN 2 Kota Madiun

welcome

Selamat datang di Kota  Madiun,


batas-kota

Pintu masuk kota Madiun sebelah selatan

Merdeka !!

Kota Madiun terletak diantara pegunungan Wilis sebelah timur dan gunung Lawu sebelah barat.Telah sejak lama dkenal dimana-mana bahkan sejak jaman kerjaan tempo dulu. Kota ini Tidak hanya kulinernya saja yang terkenal ,namun banyak  sekali sebutan untuk kota ini, sebut saja “kota Pendekar”

Madiun memang layak disebut kotanya para pendekar karna hampir sebagian besar penduduknya, rata-rata mempunyai ilmu bela diri. Apakah itu aliran pencak silat, karate, Kungfu, Yudo bahkan yanglain. Namun ada yang sedikit terlupakan oleh masyarakat Madiun bahwa mereka masih punya hal lain yang jarang diketahui selama ini

hal tersebut itu adalah bahwa suatu kenangan semasa revolusi perang Kemerdekaan, kota Madiun mempunyai satu sekolah menengah dimana banyak siswa-siswanya tergabung dalam TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) Jawa Timur. Beberapa diantaranya gugur di medan perang melawan penjajah, bahkan ada yang gugur di halaman sekolahnya demi negara tercinta ini. sekolah tersebut adalah SMP Negeri 2 Kota Madiun yang kemudian hari menjelma menjadi salah satu barometer dunia pendidikan sekolah menengah petama di wilayah Kota Madiun, bahkan sebagai pionir SMP  rintisan bertaraf Internasional di wilayah eks Karisidenan Madiun.

Karena itu tak salah jika setiap perayaan HUT SMPN 2 Kota Madiun selalu diadakan kegiatan tabur bunga ke Taman Makam Pahlawan Madiun oleh siswa-siswanya. Karena Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa para pahlawannya. Apalagi diantara para pahlawan yang dimakamkan di TMP  itu, juga dimakamkan salah satu kakak kelas mereka yang gugur demi membela bangsa .Yaitu saudara Moeljadi  yang gugur tahun 1948

Karena itu saya berharap melalui tulisan ini  semoga masyarakat Madiun khususnya dapatlah mengenal MASTRIP  dan menjadikannya sebagai satu kebanggaan bagi warga kota Madiun. Para anggota MASTRIP yang masih ada saat ini hanya tinggal beberapa dan  itupun sudah manula. Mereka tidak minta apapun dari kita semua, karena mereka memang tidak perlu apa-apa lagi , mereka hanya ingin agar kita semua siap untuk mendapatkan amanah sebuah warisan  semangat mereka agar nantinya kita semua akan mampu berkata pada beliau semua yang telah rela mendarmabaktikan diri demi tanah air tercinta,  ” Perjuangan ‘kan kuteruskan hingga ke akhir zaman”

patung-mulyadi

Monumen TRIP (Mulyadi) di Kota Madiun


April 12, 2009 - Posted by | TRIP Jawa Timur

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: