ING KUTHO MADHIOEN

Welcome di komunitas SMPN 2 Kota Madiun

UAN = momok bagi pelajar ????

Ujian

harap tenang ada ujian

UAN atau ujian Akhir Nasional telah digelar untuk tingkat SMA/K dan sebentar lagi diikuti oleh tingkat SMP/MTs serta SD/MI. Ujian ini wajib diikuti oleh semua pelajar yang duduk di kelas akhir dari setiap jenjang pendidikan yang ada,tanpa terkecuali bahkan mereka yang masih sakitpun wajib ikut untuk dapat mencapai standart kompentensi minimal yang ditentukan agar lulus dari tingkat pendidikan yang di ikuti selama ini.
Setiap menjelang akhir tahun ajaran semua pihak selalu disibukan oleh suatu kegiatan yang dinamakan UAN ini, semua orang tua yang punya anak dan masih duduk di bangku kelas akhir sekolah, selalu kalang kabut berusaha agar buah hatinya bisa lulus dengan hasil yang memuaskan.

batu-celup-ponari1

batu celup cap ponari

berbagai cara mereka tempuh mulai dari yang rasional sampai irasional sekalipun. Puluhan siswa suatu sekolah menegah atas sering kelihatan ada di sekolahnya terdahulu saat menjelang UAN , seperti saat ini. Entah hanya cuma sekedar reuni dengan temannya terdahulu, atau minta doa restu dan mohon maaf atas kesalahannya kepada bapak dan ibu guru mereka dahulu. Ada pula yang menggelar istighosah, berpuasa dan memohon restu orang tuanya.Diakui memang ini suatu kegiatan positif dan merupakan ciri khas bangsa kita yang beberapa waktu ini sudah mulai luntur pada masyarakat Indonesia.
Yang parah justru kalau ada yang bertindak irasionil dalam mempersiapkan diri menghadapi UAN, seperti pergi kesuatu tempat angker, minta bantuan dukun dan sebagainya. Selain bertentangan dengan ajaran agama juga gak masuk akal kalau ada seorang siswa melakukan hal itu. Bayangin aja mereka pergi ke (maaf:dukun) untuk minta bantuan didoakan dan diberi sesuatu agar ujiannya lulus. Padahal si pasien dukun ini (pelajar yang bersangkutan) mereka sudah duduk dibangku SMA sedang si dukun ini sendiri bahkan SR (sekolah Rakjat/ SD jaman sekarang;red) aja gak lulus. Gimana mereka bisa membantu si pelajar itu untuk mengerjakan soal jika dia aja belum pernah tahu pelajaran di SMA? Coba kita berpikir realistis saja dan tak termakan oleh iklan dari media cetak yang belum tentu ada betulnya. Ada lagi yang lebih fatal dari semua itu, para pelajar yang mengikuti UAN ini saling bekerja sama untuk “mencari hidayahdari teman-temannya yang mereka anggap lebih mampu daripada mereka.
T
api terlepas dari itu semua marilah coba kita semua berpikir secara logika dan arif tentang suatu kegiatan UAN ini. Kita idak bisa menyalahkan salah satu pihak saja apabila sampai terjadi banyak siswa-siswa yang tidak bisa lulus bahkan mereka harus mengulang kembali.Bukan sekolah atau guru saja yang dipersalahkan jika hal ini terjadi. Tapi semua pihak terkait juga wajib mengevaluasi diri terhadap peran dan komitment mereka dalam mensukseskan jalannya UAN ini. Pemerintah selaku pemegang kekuasaan bisa mengevaluasi dan terus berusaha untuk meningkatkan mutu UAN, seperti yang sudah dilakukan sekarang ini. Saya bukannya anti anti UAN lho, jangan salah mengerti, saya justru setuju dengan adanya UAN karena UAN menurut saya sebagai satu alat untuk mengukur keberhasilan sistem pengajaran pada lembaga tersebut dan juga sebagai alat untuk mengukur keberhasilan siswa dalam menyerap pengetahuan yang telah diajarkan di sekolah. Tapi terlepas dari itu semua menurut saya pribadi, segala hal yang dilakukan oleh siswa saat saat terakhir menjelang UAN berlangsung khususnya kegiatan yang irasionil bisa dihindari jika sejak awal semua pihak terkait sudah mempersiapkan diri tidak hanya saat menjelang UAN saja. Sejak siswa mulai duduk di kelas pertama, karna di saat itulah memori siswa masih kosong dan belum terkontaminasi apapun juga.sehingga akan lebih mudah bagi bapak ibu guru untuk menanamkan doktrin dan pengetahuan sebagi bekal siswa tersebut Tapi apa yang dikerjakan guru dan sekolah juga tidak akan bisa sukses jika tiada dukungan dari berbagai pihak terkait seperti orang tua, masyarakat, dan pemerintah. diperlukan kesadaran yang tinggi dari semua pihak untuk meningkatkan kualitas generasi muda kita.Jangan sampai ada asumsi seperti saat ini “UAN=MOMOK” Sungguh kasihan sekali jika para pelajar kita sampai punya asumsi seperti ini. karena mereka sudah pesimis lebih dahulu dalam menghadapi sesuatu yang sebelum dikerjakanya, bahayanya hal ini akan menjerumuskan mereka ke jalan yang menyesatkan masa depannya. Karena sudah menjadi kebiasaan mencari jalan pintas maka mereka nantinya setelah kembali kemasyarakat pasti juga akan melakukan hal serupa. dan itu akan semakin membuat ibu Pertiwi kita semakin bersedih dan semakin jauhlah kita dari cita-cita Proklamasi 1945.(seperti berita berita negatif yang sering kita lihat di televisi tentang kasus korupsi para pejabat negara dan wakil dewan terhomat)

April 20, 2009 - Posted by | Rubrik bebas

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: