ING KUTHO MADHIOEN

Welcome di komunitas SMPN 2 Kota Madiun

GURU JUGA PERLU UU PERLINDUNGAN

ULASAN SEKILAS

“PROFESI GURU RENTAN TERJERAT HUKUM”

25-Apr-2009, 09:41:04 WIB – [http://www.kabarindonesia.com]

Oleh : Janus Indar P.S

KabarIndonesia – apa yang ditulis oleh saudara Chairoel Anwar pada tanggal 25 april 2009 tentang kasus yang menimpa bapak guru Wiyanto pengajar komputer SMK Negeri 1 Tanjung Pinang. Hanya karena menempeleng David, siswanya, Wiyanto terpaksa divonis Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang dengan dua bulan penjara dan denda 1 juta rupiah. Kasus bapak Wiyanto sebenarnya bukan kali pertama terjadi, banyak guru –guru di daerah daerah lain seperti yang terjadi di Magetan Jawa Timur ada guru yang mengalami hal yang sama bahkan yang ini di vonis 4 bulan .Sungguh drama kehidupan yang ironis sekali

Saya sangat setuju sekali dengan pendapat dari bapak Syahbaidin, Kepala SMP Negeri 8 Tanjungpinang. Bukan karena membela anak buahnya tapi apa yang diucapkan beliau adalah suatu renungan bagi semua guru terutama PGRI yang menjadi wadah penampung aspirasi guru sekaligus sebagai jembatan antara guru dengan pemerintah.Bagaimanapun tidak akan mungkin seorang guru melakukan tindakan kekerasan kepada muridnya. Karena ditinjau dari tugas dan peranan mereka sebagai ujung tombak dunia penddikan rasanya mustahil seorang guru melakukan kekerasan seperti yang ada di film-film. Kalaupun ada yang melakukan, saya yakin hal itu tidak seperti yang diwartakan di media-media. Namun perlu juga diketahui guru adalah manusia biasa, bukan robot yang diprogramkan penguasa hanya sebagai agen penyalur ilmu pengetahuan kepada murid muridnya.Mereka sadar ada yang lebih utama dari sekedar tranfer pengetahuan yaitu mendidik siswa agar nantinya mereka kelak di masyarakat tidak salah jalan. Para guru ini lebih mengerti tentang hal itu . Guru Wiyanto dan guru guru lain yang pernah terjerat masalah seperti ini ,pasti melakukannya masih dalam ranah kependidikan dan tidak mungkin keluar dari ranah tersebut. Hal itu di lakukan mungkin karena “kata bijak dan arahan” sudah tak lagi punya makna.

Pendidikan adalah tanggungjawab semua bukan hanya diserahkan kepada guru dan sekolah. Orang tua, masyarakat, pemerintah semua harus ikut terlibat dan menjaga agar laju pendidikan tetap jalan dinamis. UU perlindungan anak memang memberikan perlindungan dan membela hak-hak anak. Tapi sayangnya dalam beberapa kasus yang menimpa korps guru, UU perlindungan anak itu digunakan untuk menjerat dan menyeret guru menjadi pesakitan di depan meja hijau.Dan ironisnya ketika ada guru yang naas harus berhadapan dengan vonis pengadilan,tak ada yang bisa membantu guru tersebut dalam memecahkan persoalan.Bahkan wadah organisasi gurupun tak mampu mengadakan pembelaan dirinya. Yang hanya bisa dilakukan oleh wadah organisasi guru selama ini adalah penghimpunan dana iuran anggotanya yang kemudian dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat ceremonial dan isidental saja.Tak ada UU perlindungan untuk guru, hal ini menunjukkan profesi guru belum dianggap sebagai profesional tapi masih tetap saja didiskrimnasikan seperti dahulu. Sesuai dengan himnenya “Engkau patriot pahlawan bangsa tanpa tanda jasa..” Jika dalam UU Nomor 23/1999 tentang Kesehatan yang diterapkan di dunia kedokteran dijelaskan bahwa tindakan aborsi dilarang”, tapi dalam UU tersebut ada sebuah pasal yang menyatakan seorang dokter bisa melakuan aborsi dengan indikasi medis (untuk penyelamatan ibu atau si anak, red). Saya yakin apa yang dilakukan seorang guru Wiyanto dan guru guru yang lain ,itu bukan tindakan premanisme tapi tak lain hanya memberikan pengajaran agar kesalahan yang dilakukan oleh siswanya tidak berlarut-larut. Kalau hanya karena menjewer , mencubit siswanya guru telah dianggap melakukan kekerasan dan melanggar UU perlindungan anak, wah bisa-bisa penjara akan penuh oleh guru guru yang menjalankan tugasnya meski agak sedikit kelewat batas.Tapi yang pasti, tak ada guru yang punya niatan melakukan praktek kekerasan kepada siswanya. Pepatah mengatakan

Suatu kesalahan jika tidak pernah dikoreksi maka kesalahan itu akan terus dibawa hingga orang tersebut masuk liang lahat”.

Keadilan hanya melihat fakta yang ada tapi mereka tidak pernah melihat alasan atau latar belakang peristiwa yang menjadi pemicu kenapa guru melakukan kekerasan itu tersebut kepada siswanya. Tidak mungkin tanpa ada asap, tanpa ada angin seorang guru melakukan kekerasan. Tapi itulah fakta , opini publik lebih kuat mempercayai keterangan korban yang diekpos di media.Mereka tidak melihat mengapa si korban diperlakukan seperti itu? Benarkah mereka tidak melakukan suatu hal yang kelewatan sehingga harus diperingatkan secara fisik oleh gurunya.Parahnya lagi hal tersebut kadang dibumbui oleh orang orang tak bertanggung jawab untuk lebih mendeskritkan profesi guru

Sudah saatnya lembaga PGRI yang menjadi tempat bersatunya para guru guru ini bisa memikirkan hal yang urgen untuk kepentingan anggotanya.Agar guru dalam menjalankan tugasnya bisa nyaman dan tidak lagi dihantui kecemasan yang bakal menggangu jalannya proses pengajaran dan pendidikan. Jangan jadikan organisasi,hanya sebagai tempat menghimpun dana iuran anggota untuk acara acara yang hanya bersifat ceremonial dan isidental aja. Ada hal hal yang lebih penting dari itu semua. Organisasi jangan mandul untuk memperjuangkan nasib anggotanya. Jangan Cuma berorientasi finansial tapi juga masalah masalah lain yang patut untuk diperjuangkan. PGRI saatnya mulai memikirkan hak anggotanya.

Blog :http://www.mustjans69.wordpress.com/

Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini…!!! Kunjungi segera:
www.kabarindonesia.com

April 28, 2009 - Posted by | news

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: