ING KUTHO MADHIOEN

Welcome di komunitas SMPN 2 Kota Madiun

MELESTARIKAN KERIS TANPA DUNIA MISTIS

Oleh : Janus Indar P.S

Diatas meja yang terbalut kain meah menyala, ratusan Tosan aji dari berbagai tangguh ( zaman), dapur(bentuk) dan pamor ( guratan pada wilah) tertata rapi di pendopo Kabupaten Madiun. Ratusan tosan aji ini memang sengaja dipertunjukkan kepada masyarakat dalam rangka peringatan ulang tahun kabupaten Madiun ke 441. Kegiatan pameran ini tidak hanya diikuti oleh para kolektor dari kota dan Kabupaten Madiun namun juga dari luar daerah Madiun, seperti Trenggalek, Surakarta, Sragen, dan lain-lain.

Tak ada yang aneh dalam pameran ini, tak ada suasana magis yang membuat bulu kuduk berdiri,tak ada gambaran mistis seperti yang ada di layar layar kaca. Dengan pancaran lampu yang menghiasi dengan jelas setiap kotak-kotak tempat tosan aji ( pusaka ) tersebut diletakan, berbagai macam jenis keris, pedang, tombak dipamerkan tanpa tertutup warangka (sarung) sehingga masyarakat dapat melihat jelas guratan pamor-pamornya tatkala terkena sinar lampu.

Beberapa keris lama dizaman majapahit dan zaman Demak juga diperlihatkan disini,bahkan beberapa keris duplikat Kabupaten Madiun dimasa silam juga dipamerkan, seperti keris Kyai Kala Gumarang dan lain lain.

Sebenarnya selain pamor dan dapur, bagian keris yang lain yang bisa dinikmati adalah beragam warangka dengan berbagai motif pendhok/hiasan yang tentu saja hanya bisa dikerjakan oleh ahlinya saja. Ada yang bertatahkan berlian, intan bahkan warangka tersebut ada yang dibalut dengan pendok emas/ perak, ada pula warangka yang dihias pendok bertulisan surat Al kautsar dengan bertabur intan berlian.

Keris memang tidak asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa. Sejarah kerajaan nusantara pada masa silam tak pernah lepas dari cerita soal keris dan sang empu pembuatnya. Sebut saja keris empu Gandring yang banyak dibumbui mitos sehingga keris itu melegenda hingga saat ini .Hal itu karena daya tarik keris di masa silam tidak jauh dari kekuatan magis yang dimilikinya, bahkan sampai sekarang beberapa orang masih sangat menakininya. Banyak ritual rital tempo dulu masih kita temui di kehidupan masyarakat diperbagai pelosok nusantara seperti mandi kembang, bersih desa dsb. M.T. Arifin seorang pengamat militer yang punya hobi mengkoleksi keris mengatakan” ada keyakinan soal keris pusaka di sebagian orang yang tidak bisa dijelaskan dengan logika”.

KERIS WARISAN BUDAYA DUNIA

Tanggal 25 Nopember 2005 UNESCO ( organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang membidangi tentang Pendidikan, ilmu pengetahuan dan Kebudayaan) telah menyatakan bahwa keris adalah salah satu dari 90 warisan dunia yang harus dilestarikan, ini dibuktikan dengan pemberian sertifikat pengakuan UNESCO kepada wakil Presiden Yusuf Kalla di jakarta. Meski identik dengan nuansa magis, toh keris tetap menjadi warisan budaya negeri ini yang patut dilestarikan. Penetapan keris sebagai warisan budaya dunia kian menambah panjang daftar peninggalan nenek moyang kita yang di akui dunia Internasional. Sebelum keris masuk UNESCO lebih dahulu memasukkan wayang sebagai warisan dunia,sehinggaantara keris dan wayangpun bias sejajar dengan warisan dunia lainnya seperti Ramlila (India) Mak Yong (Malaysia) dll.

Pengakuan yang diberikan UNESCO hendaknya bias mendorong setiap pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif dalam pelestariannya.Beragam cara bias dilakukan agar keris tetap dilestarikan keberadaannya. Dengan menjadikan keris sebagai symbol suatu daerah misalnya maka masyarakat akan terdorong menciptakan replika keris sebagai souvenir sehingga berdampak ekonomis bagi masyarakat itu sendiri. Sehingga jelas pelestarian keris bukan menjadi tanggungjawab tunggal pemerintah tapi juga merupakan tanggungjawab bersama sehingga dampak peningkatan ekonomis dapat pula dirasakan bersama.

Pola ini akan banyak mengikis pandangan miring sebagian masyarakat tentang keris yang identik dengan magis. Pola ini juga mendidik masyarakat untuk mengenal keris sebagai warisan budaya yang harus dipelihara disamping mempelajari ilmu yang terkandung di dalamnya

MELURUSKAN PANDANGAN YANG KELIRU

Pandangan yang keliru tentang keris membuat sejumlah pakar keris terlibat dalam menjelaskan pandangan yang komprehensif. Pengakuan dari UNESCO bias merupakan momentum yang bisa merubah pandangan yang keliru, demikian ungkap Haryono Haryo Guritno pemimpin tim riset pustaka dan lapangan untuk diajukan kepada UNESCO sejak tahun 2004. Salah satu yang paling dominan membuat masyarakat berpandangan keliru tentang keris adalah kehadiran sinetron di televise dimana disinetron “keris” di identikkan dengan dunia perdukunan. Kekeliruan penilaian

ini sudah saatnya harus diperbaiki bersama oleh pemerintah, pakar keris, pemilik rumah produksi dan stasiun televisi. Karena pada dasarnya keris identik dengan dunia perdukunan memang sangat tidak tepat.

Adalah tidak mungkin UNESCO memberikan pengakuan terhadap keris jika keris itu identik dengan dunia dukun, magis dan sihir. Bangsa Indonesia bisa belajar menilai keris secara proposional  kepada Negara tetangga kita Singapura. Dimana mereka menjadikan keris sebagai kebanggaan nasional mereka.

Sangat naïf sekali jika kita hanya mengenal keris sebagai suatu hal yang berbau klenik tanpa pernah mau mencoba mempelajarinya. Dunia Internasional sudah mempelajari keris dari segi ilmiah sejak  tahun 1995. Dan dari hasil penelitian sementara ini ,sangat mencengangkan kita. Karena keris dari segi pembuatannya (sekitar abad 5 masehi) ternyata sudah menggunakan tehnologi modern seperti yang dipakai masa kini seperti penggunaan teknologi (biogas) yang akhirnya menjadi tanur tinggi sehingga bisa melebur baja. Hal itu belum masuk pada kontruksinya yang sangat detail sehingga keris mampu berdiri pada ujungnya. Ini adalah aplikasi ilmu matematika dan fisika yang telah dipunyai oleh nenek moyang kita. Kenapa kita tidak tergugah mempelajarinya? Ya karena pandangan kita masih tertutup oleh pandangan keliru. Alangkah sayangnya jika dunia barat mulai menggali teknologi dan pengetahuan lain yang masih merupakan misteri di kereis. Kita justru tak ada greget samasekali. Sebelum Einstein mampu menjabarkan pemecahan atom, nenek moyang kita sudah bisa menyatukan besi, baja, barium, uranium dan nekel dan menempanya menjadi keris yang masih bisa kita lihat sampai kini.

Akhirnya, mari kita ubah pandangan keliru selama ini, mari kita menjadi orang Indonesia yang berbudaya dan melestraikan beragam budaya milik bangsa sendiri . jikalau kita belum mampu mengadakan penelitian seperti bangsa Eropa dan Amerika terhadap keris, minimal kita bisa mengenalkan keris sebagai budaya bangsa kita yang telah di akui dunia tanpa adanya kaitan dengan  hal hal yang irasional

jans

September 10, 2009 - Posted by | news

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: